WELLCOME TO MY BLOG

My Games

Pusat hosting

Add This

Selasa, 21 Februari 2012

Istri Korban Pembunuhan Temui Kapolres Asahan

Istri Korban Pembunuhan Temui Kapolres Asahan Cetak E-mail
Selasa, 21 Februari 2012
Pak Polisi, Tangkap Pembunuh Suamiku!
KISARAN-R Br Nainggolan, istri Poridin Pakar Silalahi centeng kebun Koperasi Bina Tani Mandoge yang dibunuh beberapa waktu lalu, menemui Kapolres Asahan AKBP Yustan Alpiasni, Senin (20/2). Dihadapan Kapolres, Br Nainggolan meminta polisi menangkap otak pelaku pembunuh suaminya.
(F.Susilawady)
Ratusan massa dari empat desa di sekitar lahan yang bersengketa antara SPI dan Kebun Koprasi Bina Tani Mandoge datangi Polres Asahan, Kantor DPRD dan Kantor Bupati Asahan memberi dukungan agar Polisi menangkap pelaku pembunuh Poridin Pakar Silalahi.
Br Nainggolan datang didampingi ratusan warga dari empat desa di kawasan yang bersengketa dengan anggota salah satu organisasi petani.
Salah seorang ibu yang ikut dalam rombongan ketika berorasi mengatakan, mereka sudah tidak tahan lagi atas ancaman oknum-oknum yang mengaku anggota organisasi petani. Sehingga sebahagian dari mereka ada yang meninggalkan rumah.
“Anakku masih kecil-kecil, aku takut diintimidasi. Kita bunuh istrinya, anaknya kita habisi dan rumahnya kita bakar. Itulah ancaman yang dilontarkan oknum organisasi. Demi keselamatan, rumahku kutinggalkan,” kata ibu itu sembari menangis.
Br Nainggolan berharap polisi segera menangkap pelaku yang tega menghabisi nyawa suaminya.
“Mereka di sana masih berkeliaran, mengapa mereka belum ditangkap? Sebelum pelaku ditangkap, aku dan anak-anak masih terancam. Terlebih adanya ancaman yang dilontarkan orang mengatasnamakan anggota organisasi petani,” katanya.
Kapolres Asahan AKBP Yustan Alpiani di hadapan istri Poridin berjanji menuntaskan kasus pembunuhan yang diduga melibatkan anggota organisasi petani.  “Kita akan proses orang-orang yang dianggap telah membunuh Poridin Pakar Silalahi. Hingga hari ini (kemarin, red) polisi sudah menetapkan tiga tersangka. Tidak tertutup kemungkinan tersangka bertambah,” katanya.
Dia menuturkan, pihaknya berharap ada kesaksian warga yang mengetahui dan melihat peristiwa pembunuhan Poridin. Sebab pihaknya tidak dapat bertindak bila tidak ada saksi kuat yang menyebutkan seseorang itu terlibat pembunuhan.
Kapolres juga meminta pihak keluarga serta warga yang tinggal di sekitar lahan sengketa untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi guna menghindari pertumpahan darah.
Sebelumnya, ratusan warga dari empat desa dengan menumpang truk-truk bak terbuka mendatangi gedung DPRD dan kantor Bupati Asahan. Kemudian, mereka melanjutkan perjalanan ke Mapolres Asahan.
Dalam orasinya, warga menegaskan tidak menginginkan adanya pertumpahan darah di Desa Bangun.
“Kami sudah gerah melihat tingka laku oknum-oknum organisasi petani,” kata Kepala Dusun II Desa Bangun Sumardi saat berorasi.
Dijelaskan Sumardi, organisasi petani di Desa Bangun sudah mulai melanggar jalur. Mereka bertindak anarkis, memotong jalan masyarakat yang ingin ke lahannya, serta mengancam membunuh bila tanaman dirusak.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Bangun Supardi. Menurutnya, sesuai pendataan tidak sedikit orang yang datang ke Desa Bangun yang tergabung di organisasi petani tanpa melapor kepada perangkat desa. Alhasil banyak pendatang tidak diketahui jelas apa maksud dan tujuannya ke Desa Bangun.
Dia menambahkan, bila masalah tersebut tidak ada solusi, dikhawatirkan bentrok antara organisasi petani dan masyarakat akan terjadi. Oleh sebab itu, pihaknya memohon kepada Polres Asahan untuk mengambil tindakan, sehingga bisa meredakan keadaan dengan menangkap semua pelaku pengeroyokan Poridin. Juga memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Sekedar mengingkan, Poridin warga Huta II Desa Persatuan Kecamatan Pulo Rakyat, tewas dikeroyok puluhan petani. Pembantaian terjadi di lokasi perkebunan kelapa sawit Koperasi Bina Tani Mandoge Dusun I Desa Bangun, Jumat (20/1) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kala itu, korban ditemukan sekarat di perkebunan kelapa sawit. Tubuhnya dipenuhi luka. Oleh warga yang menemukan, korban dilarikan ke Puskesmas Pulo Rakyat. Namun di perjalanan, korban meninggal dunia. Korban dipukuli menggunakan benda tajam dan benda tumpul oleh massa. Sementara dua rekannya berhasil melarikan diri.
 

Tidak ada komentar:

Like Button

Comments

Video Gallery Saya

Kata-Kata Motivasi

http://www.yahoomessenger.com/t.fachruza
http://www.facebook.com/Ade Ground
http://www.twitter.com/TFachruza
http://www.cbox.ws/adeandika